Sabtu, 05 Maret 2011

Perekonomian Indonesia Pada Masa Pemerintahan Indonesia Bersatu

Nama   : Gusty Randa
NPM    : 23210058
Kelas    : 1EB18
Tugas   : Perekonomian Indonesia ( minggu 2 dan 3 )


Kabinet Indonesia Bersatu adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.
Kabinet ini dibentuk pada 21 Oktober 2004 dan masa baktinya berakhir pada tahun 2009. Pada 5 Desember 2005, Presiden Yudhoyono melakukan perombakan kabinet untuk pertama kalinya, dan setelah melakukan evaluasi lebih lanjut kinerja para menterinya, Presiden melakukan perombakan kedua pada 7 Mei 2007.

Dua hari lagi   masa  pemerintahan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  dan   Kabinet    Bersatu - KIB Jilid  dua, genap usia  satu tahun.Para  pengamat   poltik  dan berbagai tokoh  masyarakat   cukup  beragam  menanggapi  usia  satu tahun Kabinet ini. Ada yang puas , ada pula  yang kurang  puas.

 Ada yang  setuju bahkan mendesak  agar dilakukan reshuffel. Namun juga tidak  sedikit   yang   mendukung  agar KIB  dipertahankan namun  dengan berbagai  catatan. Memang  memasuki  usianya yang  kesatu  KIB,  publik kini  penuh tanda   tanya, apakah   akan   ada   Reshuffel  dalam  Kabinet  atau tidak.

Karena  dimasa pemerintahan Presiden SBY 2004 - 2009 dalam  masa satu tahun pemerintahannya  dilakukan   koreksi    atau  reshufel  Kabinet .  Para pembantunya yang    dinilai kurang maksimal dalam menjalankan tugas -  tugasnya  dilakukan perubahan atau  diganti  dengan  orang - orang yang tepat dan kredibel untuk duduk dalam  kabinet tersebut.  

Namun  para periode setahun ini  belum  ada   tanda  - tanda  mengarah    akan  dilakukan   reshufel  Kabinet oleh presiden, sebagai   pucuk pimpinan. yang ada adalah isu isu yang berkembang di Masyarakat dan para politisi, Malah,  isu terhangat adalah rencana inskonstitusi terhadap pemerintahan saat ini terkait dengan kasus kasus yang tidak tertuntaskan serta menebarkan isu keterlibatan kerabat petinggi negeri pada kasus kasus besar negeri. 

Ditambah lagi dengan dimana kondisi   ekonomi dunia dan  tingkat kepercayaan  investasi asing   terhadap Indonesia yang mulai  membaik    harus dapat   dimanfaatkan  pemerintah untuk  memperbaiki  perekonomian     negara dan  meningkatkan kesejahteran rakyat.   Para pengamat mengatakan Setelah  12 tahun  pasca  krisis ekonomi global,  kita    tidak pernah  memiliki  kesempatan   sebaik ini.

Tidak  pernah ada  faktor   positif ekonomi  hadir bersamaan.  Faktor posistif  itu antara lain    jumlah wisatawan   mancanegara yang dalam  delapan bulan terakir   naik   secara signifikan. Bahkan   Ekspor pada  bulan Agustus  tercatat paling  tinggi   dalam sejarah  bulanan. Ditambah lagi, Daya saing  Indonesia-pun juga    terus meningkat. 

Selain itu   tingkat kepercayaan asing   untuk  berinvestasi di Indonesia juga terus membaik.  Hal ini  terlihat dari penanaman  modal asing  yang tumbuh  dua kali lipat dari tahun sebelumnya.  Kalau  pemerintah dapat  memanfaatkan  kondisi ini,  kita harus   yakin  dapat  melakukan  perbaikan  ekonomi negara dan  peningkatan kesejahteraan rakyat   dapat dicapai.

Ini  yang  harus benar  - benar dimanfaatkan  pemerintah  dengan  Kabinet Indonesia Bersatu Jilid dua .  Jadi  bukan  masalah   reshufel  atau  tidak,  yang   terpenting adalah  meningkatkan kesejahteraan rakyat. Intinya  bagaimana kepemimpinan  Presiden SBY  lebih  mengarahkan  pada peningkatan perekonomian negara dengan  rasa sepenuh hati serta program membrantas korupsi yang harus diwujudkan.  Presiden bersama KIB masih punya   banyak  waktu, bukan berarti   sudah  habis, jadi  tidak ada kata terlambat   untuk  meningkatkan  kinerjanya  yang  lebih baik. 

investasi menjadi sangat-sangat penting. Dan tentunya, dengan upaya bersama, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan semua pihak, investasi memang tahun depan diharapkan sungguh mengalir atau diawali juga dengan semester kedua ini. Banyak kondisi yang kondusif untuk meningkatnya investasi itu, karena dengan inflasi yang terjaga mudah-mudah tahun ini bisa mencapai sekitar 4%, satu capaian yang bagus. Dengan inflasi seperti itu, suku bunga diharapkan turun, harapannya menuju ke 6% pada akhir tahun ini. Dan dengan nilai tukar yang relatif stabil, maka 3 kondisi makro seperti itu memungkinkan investasi bisa tumbuh kembali.

Tiga komponen itulah dari segi pertumbuhan, dari segi inflasi dan pengelolaan pengangguran atau penciptaan lapangan kerja yang menjadi domain dari makro ekonomi. Kalau investasi bergerak, kemungkinan 5 tahun mendatang akan lebih besar lagi skala pengembangan infrastruktur, dengan multi years budgeting, lantas juga irigasi untuk pertanian juga demikian besar-besaran yang dilakukan, kemudian carikan solusinya untuk energi, listrik, termasuk pupuk misalnya. Maka harapan makro ekonomi yang bagus dan terjaga ini lebih lagi meningkatkan ekonomi riil atau sektor riil di waktu yang akan datang.