Jumat, 04 Oktober 2013

Perilaku Etika Dalam Bisnis

Nama : Gusty Randa
NPM : 23210058
Kelas : 4eb20
Mata Kuliah : Etika Profesi Akuntansi # ( tugas 2)

Perilaku Etika Dalam Bisnis

Etika Bisnis Merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan untuk membangun hubungan adil dalam suatu kegiatan bisnis.

I. Lingkungan Bisnis yang mempengaruhi Perilaku Etika
Lingkungan bisnis yang mempengaruhi etika adalah lingkungan makro dan lingkungan mikro. Dalam lingkungan makro yang dapat mempengaruhi kebiasaan tidak etis yaitu bribery, coercion, deception, theft, unfair dan discrimination. Maka dari itu perspektif mikro, bisnis harus percaya untuk dalam suatu berhubungan dengan supplier atau vendor, pelanggan dan tenaga kerja atau karyawan.

II. Kesaling Ketergantungan Antara Bisnis dan Masyarakat
Kesaling ketergantungan bekerja didasarkan pada relasi kesetaraan, egalitarianisme. Manusia bekerjasama dan bergotong-royong dengan sesamanya memegang prinsip kesetaraan. dalam sebuah gotong-royong atau berkerjasama tidak akan tercipta apabila manusia terlalu percaya pada keunggulan diri banding yang lain, entah dari segi ras, agama, suku, ekonomi, dsb. Alam telah banyak mengajarkan kebijaksanaan tentang betapa hubungan yang harmonis dan kesalingketergantungan itu adalah amat penting
Contoh : diabad yang lalu, orang-orang eropa berasal dari belanda, inggris, spanyol, dan portugis mengunjungi asia termasuk negeri ini muasalnya bertujuan untuk berdagang dengan penduduk setempat. Mereka melakukan kerja sama bisnis dengan penduduk lokal dan beberapa elit pengusaha. Pada mulanya mereka menikmati peran sebagai partnerbisnis, lambat laun peran ini dianggap tidak lagi menarik. Mereka pun berubah menjadi majikan, dan kelak menjajah dan memperbudak bangsa ini hingga ratusan tahun untuk mempertahankan posisi itu dan menciptakan ketergantungan penduduk lokal kepada mereka. Rupanya peran yang belakangan lebih menarik dan lebih menantang.
Perbudakan adalah sesuatu yang tidak alami, menyalahi takdir sebagai manusia. Setiap manusia berhak atas kebebasan. Namun pola perbudakan semacam itu kiranya tidak lekang oleh zaman,. meski bentuknya diubah sedikit supaya lebih beradab. Perbudakan dewasa ini lebih modern, kendati tetap ditempuh dengan cara-cara yang zalim.
Apalagi di Indonesia yang masyarakatnya kebanyakan beragama bukan karena kesadaran melainkan telah ditentukan orangtua sejak lahir, maka agama lagi-lagi merupakan alat yang nyaris selalu laris untuk memuluskan tujuan-tujuan tersebut. Lembaga keagamaan dan negara berkonspirasi untuk memperbudak jiwa manusia.

III. Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika
Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu yang merupakan kesepakatan yang secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral itu mampu mampu mengembangkan etika yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.
Dunia bisnis, yang tidak ada menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional, jadi untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan transparasan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain.

IV. Perkembangan Dalam Etika Bisnis
Berikut ada 5 Macam Perkembangan Dalam Etika Bisnis, yaitu :
1. Situasi Dahulu 
    Pada Awal sejarah filsafat, plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga yang harus diatur.
2. Masa Peralihan
    Ditandai pembentrokan tearhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (diibu kota perancis). hal ini memberikan perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society.
3. Etika Bisnis Lahir di AS: Tahun 1970-an
    Sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-malasah etis disekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis AS.
4. Etika Bisnis meluas ke Eropa : Tahun 1980-an
    Di eropa barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian.
5. Etika Bisnis Menjadi Fenomenal Global: Tahun 1990-an
    tidak terbatas lagi pada dunia barat dan etika bisnis sudah dikembangkan diseluruh dunia.

V. Etika Bisnis Dalam Akuntansi
Amerika Serikat yang selama ini dianggap sebagai Negara super power dan juga kiblat ilmu pengetahuan termasuk displin ilmu akuntansi harus menelan kepahitan. Skandal bisnis yang terjadi seakan menghilangkan kepercayaan oleh para pelaku bisnis dunia tentang praktik Good Corporate Governance di Amerika Serikat.
Banyak perusahaan yang melakukan kecurangan diantaranya adalah TYCO yang diketahui melakukan manipulasi data keuangan (tidak mencantumkan penurunan aset), disamping melakukan penyelundupan pajak. Global Crossing termasuk salah satu perusahaan terbesar telekomunikasi di Amerika Serikat dinyatakan bangkrut setelah melakukan sejumlah investasi penuh resiko.

Refrensi :

OPINI
Mengenai pendapat saya mengenai tulisan yang dibuat tentang Perilaku Etika Dalam Bisnis yaitu, jadi pada dasarnya etika berbisnis itu sangat diperlukan berkaitan dengan individu, perusahaan juga masyarakat. untuk membangun suatu norma yang baik dan menjaga etika dalam menjalankan bisnisnya agar tidak terjadi kesalahan kepada pada masyarakat lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar